Sabtu, 03 Mei 2014

Pantai WatuUlo dan Pantai Payangan

 deretan batu yang memanjang (WatuUlo)
 bentangan pasir hitam (WatuUlo)
 gulungan ombak yang lumayan berisik(WatuUlo)
 semacam bukit (Payangan)
 lagi-lagi, bentangan pasir hitam(Payangan)
gulungan ombak yang sangat sopan (Payangan)

karena persamaan kamu dan pantai adalah sama-sama berhasil menyamankan hati :)

Jumat, 02 Mei 2014

seberkas embun

Masih ada setetes embun disaat fajar mulai menyongsong naik
Fajar yang membangunkan bumi dengan meninggalkan seberkas suasana dingin
Fajar yang terkadang tak diinginkan oleh sebagian hati
Fajar yang memaksa embun untuk lenyap
Kini, embun yang tersisa hampir pudar
Atau bahkan tak kasat mata, hanya bisa di Rasa..

Rabu, 30 April 2014

Dulu dan Kini

Dulu kita pernah ada di tempat ini. Kita saling berbagi cerita, kita bahagia. Kemudian dari tempat ini, kita hanya tinggal jadi cerita
kita pernah sama-sama tak kuasa oleh rasa, sebelum kita memenangkan keinginan sendiri. Kita pernah sama-sama senang, di dalam kesusahan
Kini, sunyi yang berkuasa atas kita
Kini, kita sama-sama bersedih, ketika segalanya telah menjadi kesusahan masing-masing
Kini, kita tak lagi kita
Kita hanyalah aku dan kamu
Sendiri-sendiri

Selasa, 29 April 2014

Karena kehilangan tak selalu tentang materi dan raga. Ada rasa dan asa yang tak terjamah.

Pergimu Seiring Dentuman Waktu

Betapa pesta yang sia-sia, ria yang percuma.
Pada tiap esok yang kupunya,
hanya akan selalu ada satu tanya; kau di mana.
Mungkin aku hanya terlalu sering berpikir tentang suatu hari, yang tidak akan pernah datang.

Tidak seharusnya kita menyesaatkan ini semua.
Aku masih menyesali itu.
Ada rasa rindu pada aku yang dulu, yaitu aku yang tak kenal kau.
Sebab dari kehilanganmu aku menemukan persamaan antara udara dan bebutiran.
Aku telah hancur, 
Telah kujadikan kakiku seringan kapas, supaya aku tak dapat lagi memahami langkahku, tetapi aku dapat melambatkan dunia ku.

Tanda tanya raksasa

Apa yang tidak diharapkan, terjadi
Perpisahan
Betapa aku sakit hati yang teramat
Tanda tanya raksasa berkuasa di dalam kepala;
Jika tidak untuk dipersatukan, mengapa kita dipertemukan?
Di atas tumpukan sapa aku menikmati keadaanku
Dan ia meratapi ketanpaanku, di peluknya
Keadaanku adalah ketanpaanku
Ini hanya terjadi di dalam hati, yaitu ada dan tanpa ialah sama
Mungkin demikian pertemuan dan perpisahan

Selasa, 22 April 2014

Tak Apa

Tidak denganmu itu tak apa
Aku tetap tidak sendirian di sini
Aku ditemani sepuluh jari tanganku

Tidak bersamamu itu tak apa
Sekalipun bukan aku untuk hidupmu
tetap tentangmu dalam karyaku

Tidak dicintaimu itu tak apa
Meskipun bukan aku dalam hatimu
Semangatku tetap senyummu

Ada atau tanpa aku,
Kau tetap keindahan yang nyata-nyata
Bagiku dan banyak mata

Tidak menikah denganmu?
Aku tak apa
Mungkin akan tiba saatnya aku tidak mencintaimu lagi
Tetapi sepanjang aku hidup
Kaulah inspirasiku